Kisah Pelajar dari Thailand dan Malaysia di Kampung Inggris Pare: Belajar Bahasa, Menemukan Makna Baru
Kisah Pelajar dari Thailand dan Malaysia di Kampung Inggris Pare: Belajar Bahasa, Menemukan Makna Baru

Kampung Inggris Pare sudah lama menjadi magnet bagi pelajar dari berbagai negara—termasuk Thailand dan Malaysia. Mereka datang dengan tujuan sederhana: belajar Bahasa Inggris. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka justru pulang dengan pengalaman yang jauh lebih dalam daripada sekadar kemampuan berbahasa. Baca Artikel Selengkapnya
Perjalanan yang Berawal dari Keinginan untuk Berkembang
Bagi banyak pelajar Thailand dan Malaysia, keputusan untuk belajar di Pare bukanlah kebetulan. Mereka ingin berada di tempat di mana Bahasa Inggris bukan hanya dipelajari, tetapi juga dihidupi. Karena itu, ketika mereka mendengar tentang lingkungan full English area dan metode belajar yang intensif, Pare pun menjadi pilihan yang langsung menggerakkan hati.
Hari-Hari Pertama: Tantangan yang Mengubah Cara Mereka Belajar
Begitu tiba, banyak dari mereka mengaku sempat merasa canggung. Suasana baru, budaya berbeda, dan teman-teman dari berbagai daerah membuat semuanya terasa asing. Namun, justru di sinilah perubahan dimulai. Mereka belajar membuka diri, berani mencoba, dan aktif terlibat.
Transisi dari rasa sungkan ke percaya diri terjadi perlahan, tetapi pasti. Setiap kelas, percakapan di warung, hingga diskusi santai di camp membantu mereka semakin nyaman berbahasa Inggris.
Lingkungan yang Membuat Mereka Berani Bicara
Salah satu alasan mereka cepat berkembang adalah karena lingkungan Kampung Inggris benar-benar mendukung. Setiap sudut seakan mendorong mereka untuk latihan: dari tutor, teman sekamar, hingga orang-orang yang baru mereka kenal di jalan.
Metode mengajar yang menyenangkan dan fokus pada praktik harian membuat mereka tak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi nyata.
Persahabatan yang Melampaui Batas Negara
Tak disangka, hal paling berharga yang mereka temukan justru bukan berasal dari buku atau kelas—melainkan dari hubungan yang mereka bangun. Pelajar Thailand, Malaysia, dan Indonesia berkumpul, belajar, dan tumbuh bersama. Dari kebersamaan ini, mereka menemukan bahwa perbedaan budaya justru membuat proses belajar menjadi lebih kaya dan menyenangkan.
Transisi dari “teman kelas” menjadi “keluarga kecil” terjadi begitu cepat. Mereka saling membantu mengerjakan tugas, memotivasi satu sama lain, hingga berbagi cerita tentang kehidupan di negara masing-masing.
Makna Baru yang Mereka Bawa Pulang
Setelah program selesai, banyak dari mereka pulang membawa kemampuan bicara yang lebih lancar dan percaya diri. Namun, lebih dari itu, mereka membawa sudut pandang baru tentang belajar, persahabatan, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

