Excuse Me, Pardon, dan Sorry: Cara Tepat Menggunakannya

Excuse Me, Pardon, dan Sorry: Cara Tepat Menggunakannya

Panduan Percakapan Aktif Bahasa Inggris dari Brilliant English Course

Banyak pelajar salah memilih ungkapan saat berbicara bahasa Inggris. Masalah ini muncul karena mereka menyamakan penggunaan excuse me, pardon, dan sorry. Akibatnya, percakapan terdengar tidak natural dan sering kali tidak sopan. Baca Artikel Selengkapnya

Karena itu, Brilliant English Course menyusun panduan ini secara langsung dan praktis. Melalui artikel ini, kamu akan memahami fungsi, perbedaan, dan contoh penggunaan ketiga ungkapan tersebut secara aktif dan tepat konteks.


Excuse Me: Gunakan Sebelum Mengganggu Orang Lain

Pertama-tama, kita bahas excuse me. Ungkapan ini digunakan sebelum seseorang mengganggu, menyela, atau menarik perhatian orang lain. Dengan kata lain, pembicara menghormati lawan bicara sebelum bertindak.

Selain itu, penutur bahasa Inggris menggunakan excuse me saat ingin lewat atau memulai percakapan.

Gunakan Excuse Me Saat:

  • Ingin bertanya

  • Ingin menyela pembicaraan

  • Ingin lewat di tempat ramai

Contoh Kalimat Excuse Me

  1. Excuse me, may I ask you a question?

  2. Excuse me, can I pass through?

  3. Excuse me, is this seat available?

Dengan pola ini, pembicara menjaga sopan santun sejak awal percakapan.


Pardon: Gunakan Saat Tidak Mendengar atau Tidak Paham

Selanjutnya, kita bahas pardon. Ungkapan ini digunakan ketika seseorang tidak mendengar atau tidak memahami ucapan lawan bicara. Oleh sebab itu, penutur memakai pardon untuk meminta pengulangan secara sopan.

Dalam situasi formal, penutur lebih memilih pardon dibandingkan what.

Gunakan Pardon Saat:

  • Tidak mendengar ucapan dengan jelas

  • Tidak menangkap maksud lawan bicara

Contoh Kalimat Pardon

  1. Pardon? Could you repeat that, please?

  2. Pardon me, I didn’t catch your name.

Melalui penggunaan ini, pembicara tetap terdengar sopan dan profesional.


Sorry: Gunakan Setelah Melakukan Kesalahan

Berikutnya, kita bahas sorry. Ungkapan ini digunakan setelah seseorang melakukan kesalahan. Dengan mengucapkan sorry, pembicara mengakui kesalahan dan menunjukkan penyesalan.

Selain itu, penutur menggunakan sorry untuk menunjukkan empati terhadap situasi orang lain.

Gunakan Sorry Saat:

  • Datang terlambat

  • Mengganggu atau menyenggol orang lain

  • Menyampaikan simpati

Contoh Kalimat Sorry

  1. I’m sorry for being late.

  2. Sorry, I interrupted you.

  3. I’m sorry to hear that.

Ungkapan ini memperbaiki situasi setelah kesalahan terjadi.


Perbedaan Excuse Me, Pardon, dan Sorry (Ringkas & Jelas)

Agar tidak tertukar, perhatikan perbedaan berikut.

  • Excuse me → gunakan sebelum mengganggu

  • Pardon → gunakan saat tidak mendengar

  • Sorry → gunakan setelah berbuat salah

Dengan memahami pola ini, kamu berbicara lebih tepat dan lebih natural.


Kesalahan Umum yang Harus Kamu Hindari

Meskipun terlihat sederhana, banyak pelajar masih salah menggunakan ungkapan ini. Oleh karena itu, kamu perlu menghindari kesalahan berikut.

  • ❌ Mengucapkan sorry saat ingin menyela

  • ❌ Menggunakan excuse me setelah berbuat salah

  • ❌ Mengganti pardon dengan what? dalam situasi formal

Jika kamu menghindari kesalahan tersebut, kualitas speaking kamu akan langsung naik.


Mengapa Materi Ini Penting untuk Dikuasai?

Dalam percakapan sehari-hari, penutur asli menggunakan ketiga ungkapan ini secara otomatis. Oleh karena itu, kamu juga perlu melatihnya secara aktif, bukan hanya menghafalnya.

Karena alasan itulah, Brilliant English Course selalu melatih penggunaan excuse me, pardon, dan sorry melalui praktik langsung di kelas speaking.


Belajar Speaking Aktif di Brilliant English Course

Pada akhirnya, speaking yang baik menuntut pemilihan ungkapan yang tepat sesuai situasi. Dengan latihan yang konsisten, kamu akan berbicara lebih percaya diri dan lebih sopan.